Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

Formasi Terbaik Liga Inggris Musim 2011/2012

Minggu, 22 April 2012

Van Persie pemain terbaik versi asosiasi pemain

Asosiasi Pemain Sepakbola Profesioan (PFA) memilih striker Arsenal Robin van Persie sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris musim ini.
Robin van Persie Robin van Persie kerap mendapat umpan matang dari rekannya Theo Walcott. Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional (PFA) mendaulat striker Arsenal Robin van Persie sebagai pemain terbaik musim ini. Van Persie, 28, mencetak 27 gol di Liga Primer musim ini untuk Arsenal, yang merupakan musim terbaiknya selama bergabung dengan The Gunners. "Jika orang lain yang mengatakan itu (terbaik), maka hal itu menjadi sangat spesial. Semakin spesial jika lawan yang mengakuinya," kata Van Persie.

Meski sudah meraih prestasi pribadi, namun pemain asal Belanda itu tak lupa menyebut rekan-rekan satu timnya berperan besar bagi pencapaiannya itu.
"Tanpa mereka, saya tak mungkin meraih prestasi ini. Misalnya Theo Walcott yang memberi saya lebih dari 12 assist dan saya sangat menghargai itu," tambahnya.
Setelah direkrut Arsene Wenger dari Feyenoord pada 2004, Van Persie kerap difungsikan sebagai penyerang kedua atau pemain sayap.

Namun, prestasinya semakin mengkilat setelah dia diposisikan sebagai penyerang utama. Awalnya, Van Persie tak yakin bisa mengemban tugas di posisi barunya itu.
"Saya kini percaya diri. Sejujurnya pada awalnya saya tak terlalu percaya diri dan tak yakin bisa menjadi penyerang utama," kenangnya.
"Membutuhkan sedikit waktu namun setelah beberapa bulan saya perlahan-lahan menyadari bahwa saya bisa melakukannya dengan baik," tegas Van Persie.

Pemain muda

Kyle Walker menjadi pemain muda terbaik versi asosiasi pemain profesional. Sementara itu, gelar pemain muda terbaik jatuh ke tangan pemain Tottenham Hotspur dan timnas Inggris, Kyle Walker.
Pemain belakang berusia 21 tahun itu mengalahkan nama-nama besar seperti Sergio Aguero dan Danny Welbeck. Prestasi ini sangat mengejutkan Walker yang pernah memperkuat Sheffield United itu.
"Sangat mengejutkan karena pemain belakang jarang mendapat penghargaan semacam ini," kata Walker.
"Jika melihat para kandidat, maka sebuah kehormatan besar bisa meraih penghargaan ini dan semoga saya bisa meraih lebih banyak penghargaan," tambah dia.
"Selalu menjadi kehormatan dipilih menjadi yang terbaik oleh orang-orang yang biasanya menjadi lawan Anda. Dan semoga saya juga bisa meraih prestasi bersama Tottenham," kata dia.
Selain menjadi yang terbaik dalam kategorinya, kedua pemain ini juga terpilih dalam Tim Liga Primer Terbaik musim ini. Dalam tim ini, Van Persie menjadi satu-satunya pemain Arsenal, sedangkan Tottenham diwakili tiga pemain yaitu Kyle Walker, Scott Parker dan Gareth Bale.

Tim Liga Primer musim ini
Joe Hart (Man City), Kyle Walker (Tottenham), Vincent Kompany (Man City), Fabricio Coloccini (Newcastle), Leighton Baines (Everton), David Silva (Man City), Yaya Toure (Man City), Gareth Bale (Tottenham), Scott Parker (Tottenham), Robin van Persie (Arsenal) dan Wayne Rooney (Man United).

sumber :http://sport.vivanews.com/bbc/read/2012-04-23-16880464/

Kamis, 19 April 2012

Hilangnya Sepatu Ronaldo

Kejadian tak mengenakkan mewarnai pertandingan pertama semifinal Liga Champions antara Bayern Muenchen melawan Real Madrid, kemarin dinihari. Bukan di lapangan, bukan pula ketika pertandingan berlangsung, melainkan di ruang ganti dan sebelum pertandingan, yakni hilangnya sepatu pemain Madrid.


Sebanyak enam pasang sepatu hilang dari kamar ganti tim Real Madrid sebelum pertandingan dimulai di Allianz Arena, Muenchen. Sepau yang hilang itu milik penyerang Cristiano Ronaldo, gelandang Mesut Oezil, dan penyerang Karim Benzema.

Laporan insiden ini pertama kali diungkap situs berita harian Marca, Spanyol. "Selain sepatu, beberapa kaus juga hilang dari kamar ganti pemain di stadion itu," demikian laporan tersebut menuliskan. Diperkirakan pelaku lebih dari satu orang dan punya kunci ganda untuk ruang ganti itu sehingga bisa masuk dengan leluasa.

Spekulasi merebak. Pencurian disebutkan sebagai bagian dari teror terhadap pemain Madrid. "Tidak ada yang bisa mengintimidasi kami! Kami adalah Real Madrid dengan atau tanpa sepatu-sepatu itu!" tulis juru bicara pelatih Madrid, Jose Mourinho, Eladio Parames, di akun Twitter-nya.

Entah terkait atau tidak, Ronaldo tampil buruk malam itu. Kecuali assist yang diberikan kepada Mesut Oezil, penyerang asal Portugal itu sering kehilangan bola akibat pressing ketat pemain Muenchen. Hasil akhirnya, Madrid ditekuk Muenchen 1-2, yang merupakan kekalahan pertama di Liga Champions musim ini.

"Pencurian sepatu Cristiano ini memalukan. Kejadian seperti itu tidak mungkin terjadi di (Stadion Santiago) Bernabeu," kata pelatih Jose Mourinho. Ia tidak menyesalkan kekalahan itu. "Kami kalah saat tandang dalam pertandingan yang bagus," ujar pelatih asal Portugal itu.

Kubu Madrid sudah melaporkan insiden ke Badan Sepak Bola Eropa (UEFA). Belum ada penjelasan dari kubu Bayern Muenchen sejauh ini. Yang pasti, lorong dan situasi sekitar ruang ganti itu terpantau kamera pengintai. Semoga pelaku bisa terungkap sebelum final Liga Champions 19 Mei mendatang di stadion itu. 
sumber:http://koran.tempo.co/konten/2012/04/19/271536/Hilangnya-Sepatu-Ronaldo

Jawaban Rossi Mengapa Stoner Bisa Juara Dunia dengan Ducati

Valentino Rossi mengawali musim 2012 ini dengan hasil yang sangat tidak memuaskan. Meskipun demikian, "The Doctor" mengatakan bahwa dirinya tak kehilangan kepercayaan diri. Dia hanya meminta Ducati untuk segera mengatasi persoalan yang dihadapi sehingga para pebalapnya bisa lebih kompetitif.

Ducati sudah membuat banyak perubahan pada Desmosedici GP12 demi mengembalikan kejayaan Rossi, yang pada musim lalu mencapai rekor terburuk sepanjang kariernya selama 15 tahun di arena grand prix karena tak bisa meraih kemenangan. Akan tetapi, hasil yang diraih jauh dari harapan karena pada seri pembuka di Qatar pada Minggu (8/4/2012), juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut finis di urutan ke-10.

Dia Stoner memiliki gaya membalap yang sangat aneh dan dia juga muda pada tahun 2007, jadi lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati.
-- Valentino Rossi

Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan rekan setimnya, Nicky Hayden, yang finis di urutan keenam. Bahkan, juara dunia sembilan kali grand prix ini pun kalah dari pebalap tim satelit Ducati Pramac, Hector Barbera, yang satu setrip di depannya.

Tak heran jika mulai muncul keraguan mengenai kemampuan. Tetapi, Rossi justru merasa yakin masih bisa bangkit, dan semuanya tergantung kepada Ducati untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.

"Umur menghukum Anda, itu benar. Tetapi, tahun yang sulit tidak membuat Anda lupa bagaimana untuk tetap dengan paket terdepan. Menurut pendapat saya, saya masih tahu bagaimana melakukannya," ujar Rossi kepada Motosprint.

"Ini sangat jelas siapa yang membuat motor kami: (Filippo) Preziosi adalah bos dan otak di balik segalanya. Terserah dia untuk membantu kami."

"Masalah kami sangat jelas: apa yang tidak bekerja di bagian belakang, pada percepatan, menurut saya datang dari depan, dan penyebabnya understeering."

"Saat masuk tikungan, karena sesuatu yang kami tidak tahu, bagian depan tidak memungkinkan Anda untuk belok dengan kencang. Understeering menjadi masalah terbesar."

"Yang luar biasa adalah bahwa karakteristik ini mirip dengan semua Ducati yang saya naik sejak 2010: apakah itu versi tanpa sasis, atau yang menggunakan serat karbon bagian depan, atau dengan aluminium, atau dengan yang full sasis.... Semuanya tidak pernah berubah, itu luar biasa."

"Mesin juga menjadi masalah lain yang sangat penting. Kami membutuhkan mesin yang lebih mudah dikelola: mesin kami sangat agresif, lebih dari milik Honda dan lebih lagi daripada Yamaha."

Ditanya mengenai perbandingan dengan Casey Stoner, yang meraih 23 kemenangan dan satu kali juara dunia dengan Ducati (pada 2007), Rossi mengatakan bahwa pebalap Australia tersebut telah beradaptasi karena sudah berkembang dengan tim.

"Dia (Stoner) memiliki gaya membalap yang sangat aneh dan dia juga muda pada tahun 2007. Jadi, lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati," jelas Rossi.

"Dia berkembang dengan Ducati, jadi dia harus berterima kasih kepada Ducati. Jika dia telah belajar untuk menunggang dengan cara dia melakukannya sekarang, itu karena dia bertumbuh dengan motor ini, yang mana jika Anda tidak menunggangnya dalam cara tertentu, Anda mengalami kekacauan."

Rossi mengatakan, dirinya berharap untuk tetap bersama Ducati selama dua tahun lagi. Akan tetapi, performanya yang sekarang memunculkan pertanyaan apakah bisa mewujudkan ambisinya.

"Saya datang ke sini pada akhir tahun 2010 dengan ide balap selama dua tahun dan mencoba untuk menang bersama Ducati, tetapi sulit. Selain itu, saya ingin tinggal dua tahun lagi," tambahnya.

"Jika kami bekerja dengan baik, maka kami mampu bertarung untuk merebut tempat kelima atau keenam. Saya tidak senang dengan itu: jika Anda harus berjuang untuk tempat kelima kemudian sedikit demi sedikit Anda kehilangan antusiasme."

"Dengan balap cara ini, Anda kehilangan selera membalap. Selain ego, ketika Anda tahu Anda berada di trek dan Anda secara reguler akan dikalahkan, itu akan sulit. Dan, jika Anda tidak menikmatinya lagi ketika berada di trek, segalanya bahkan lebih berat."

"Kami perlu mencoba semuanya secara bersama-sama untuk melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk sampai pada akhir tahun dengan motor yang jauh lebih baik. Ini akan menjadi hal terbaik karena akan memecahkan banyak masalah." 

Sumber : autosport

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More